8 DELAPAN KESALAHAN PENGGUNAAN PESTISIDA

Daftar Isi

 

8 KESALAHAN PENGGUNAAN PESTISIDA


Pestisida memang dapat membantu petani mengendalikan hama, penyakit, maupun gulma. Namun, pestisida bukan berarti semakin banyak digunakan akan semakin bagus hasilnya.


Kesalahan dalam pengaplikasian justru dapat menyebabkan pestisida tidak efektif, tanaman mengalami keracunan, munculnya resistensi hama atau penyakit, meningkatnya residu, serta membahayakan petani dan lingkungan.


Lalu, bagaimana cara pengaplikasian pestisida yang benar?


1. KESALAHAN: LANGSUNG MENYEMPROT TANPA MENGAMATI


Kesalahan pertama adalah melihat tanaman rusak kemudian langsung mengambil pestisida.


Padahal, kerusakan tanaman belum tentu disebabkan oleh hama. Bisa saja disebabkan penyakit, kekurangan unsur hara, kondisi lingkungan, atau faktor lainnya.


CARA YANG BENAR:


Lakukan pengamatan terlebih dahulu.


Kenali:


- Apa penyebab kerusakan?

- Hama atau penyakit apa yang menyerang?

- Bagian tanaman mana yang terserang?

- Seberapa berat serangannya?

- Apakah pengendalian kimia memang diperlukan?


Prinsip PHT menempatkan pestisida sebagai salah satu pilihan pengendalian, bukan selalu menjadi pilihan pertama.


---


2. KESALAHAN: MEMILIH PESTISIDA HANYA BERDASARKAN MEREK


Jangan memilih pestisida hanya karena mereknya terkenal atau karena petani lain menggunakannya.


CARA YANG BENAR:


Periksa bahan aktif dan organisme sasaran pada label.


Contohnya:


- Insektisida → untuk sasaran serangga tertentu.

- Fungisida → untuk penyakit yang sesuai dengan label.

- Herbisida → untuk gulma yang menjadi sasaran.


Gunakan produk yang terdaftar dan diizinkan untuk komoditas serta sasaran yang sesuai.


---


3. KESALAHAN: MENGANGGAP DOSIS LEBIH TINGGI PASTI LEBIH AMPuh


Ini salah satu kesalahan yang paling sering terjadi.


Petani terkadang berpikir:


«"Kalau dosisnya ditambah, hama pasti lebih cepat mati."»


Padahal penggunaan dosis atau konsentrasi melebihi anjuran dapat meningkatkan risiko fitotoksisitas, residu, gangguan terhadap organisme bukan sasaran, dan masalah resistensi.


CARA YANG BENAR:


Ikuti dosis atau konsentrasi yang tercantum pada label produk.


Jangan mengurangi atau menambah dosis hanya berdasarkan perkiraan.


Dosis dan konsentrasi adalah dua hal yang perlu dibedakan dan penerapannya harus mengikuti rekomendasi produk.


---


4. KESALAHAN: TIDAK MELAKUKAN KALIBRASI SPRAYER


Dua petani bisa menggunakan dosis produk yang sama, tetapi hasil aplikasinya berbeda karena volume semprot dan cara penyemprotannya berbeda.


CARA YANG BENAR:


Lakukan kalibrasi alat semprot.


Tujuannya untuk mengetahui:


- berapa volume air yang keluar,

- berapa luas lahan yang dapat disemprot,

- bagaimana kecepatan berjalan,

- dan apakah distribusi semprotan sudah merata.


Dengan kalibrasi, penggunaan pestisida menjadi lebih terukur.


---


5. KESALAHAN: MENYEMPROT TANAMAN ASAL BASAH


Kesalahan lainnya adalah menyemprot tanpa memperhatikan kondisi cuaca.


Hujan dapat mencuci sebagian bahan yang baru diaplikasikan, sedangkan angin kencang dapat menyebabkan semprotan keluar dari sasaran.


CARA YANG BENAR:


Pilih waktu dan kondisi cuaca yang sesuai dengan petunjuk label.


Hindari penyemprotan ketika:


- hujan atau akan segera hujan,

- angin terlalu kencang,

- kondisi terlalu panas,

- atau kondisi lain yang tidak sesuai dengan label.


Waktu aplikasi harus mempertimbangkan kondisi OPT dan lingkungan.


---


6. KESALAHAN: YANG PENTING TANAMAN BASAH


Menyemprot sampai tanaman menetes bukan berarti aplikasinya sudah benar.


Yang penting bukan sekadar banyaknya cairan, tetapi apakah bahan aktif sampai pada sasaran dengan tutupan yang sesuai.


CARA YANG BENAR:


Atur:


- jenis dan kondisi nozzle,

- tekanan semprot,

- jarak nozzle dengan tanaman,

- kecepatan berjalan,

- arah penyemprotan,

- serta volume semprot.


Usahakan permukaan tanaman yang menjadi sasaran mendapatkan cakupan secara merata.


---


7. KESALAHAN: MENCAMPUR BANYAK PESTISIDA SEKALIGUS


"Supaya sekali semprot semua penyakit dan hama mati."


Cara seperti ini justru berisiko jika kompatibilitas produk tidak diketahui.


CARA YANG BENAR:


Jangan mencampur pestisida secara sembarangan.


Periksa terlebih dahulu label dan informasi kompatibilitas produk. Jika tidak ada dasar yang jelas, lebih aman tidak mencampurkannya.


---


8. KESALAHAN: MENGGUNAKAN BAHAN AKTIF YANG SAMA TERUS-MENERUS


Jika bahan aktif atau kelompok cara kerja yang sama digunakan berulang kali, populasi hama atau patogen yang mampu bertahan dapat terseleksi sehingga pengendalian menjadi semakin sulit.


CARA YANG BENAR:


Lakukan rotasi berdasarkan kelompok cara kerja (mode of action), bukan hanya mengganti merek.


Pergantian merek tidak otomatis berarti pergantian cara kerja apabila bahan aktif atau kelompoknya sama. Strategi rotasi merupakan bagian penting dalam pengelolaan resistensi.


---


URUTAN APLIKASI YANG BENAR


Sebelum menyemprot, lakukan urutan berikut:


1. AMATI

Kenali hama, penyakit, atau gulma.


2. TENTUKAN SASARAN

Pastikan pestisida memang diperlukan.


3. PILIH PRODUK

Pilih produk yang terdaftar dan sesuai dengan tanaman serta OPT sasaran.


4. BACA LABEL

Periksa dosis, konsentrasi, cara aplikasi, interval aplikasi, masa tunggu panen, dan peringatan keselamatan.


5. KALIBRASI SPRAYER

Pastikan volume semprot dan alat sesuai.


6. SIAPKAN LARUTAN

Gunakan takaran sesuai label dan lakukan pencampuran dengan aman.


7. PERHATIKAN CUACA

Jangan menyemprot pada kondisi yang tidak sesuai dengan label.


8. SEMPROT SECARA MERATA

Arahkan semprotan ke sasaran, bukan sekadar membasahi tanaman.


9. EVALUASI

Amati hasil pengendalian dan jangan mengulang penyemprotan secara otomatis tanpa alasan yang jelas.


---


JANGAN LUPA KESELAMATAN


Pestisida adalah bahan yang harus ditangani dengan hati-hati.


Gunakan alat pelindung diri sesuai petunjuk label ketika menakar, mencampur, dan mengaplikasikan pestisida.


Jangan makan, minum, atau merokok saat melakukan aplikasi.


Simpan pestisida pada tempat yang aman, jauh dari makanan, pakan ternak, anak-anak, dan sumber air.


Ikuti pula ketentuan masa tunggu sebelum panen yang tercantum pada label. Penggunaan pestisida harus memperhatikan keselamatan aplikator, konsumen, dan lingkungan.


KESIMPULAN


Jadi, pengaplikasian pestisida yang benar bukan tentang seberapa banyak pestisida yang digunakan, tetapi seberapa tepat penggunaannya.


Ingat prinsip:


TEPAT JENIS

TEPAT MUTU

TEPAT SASARAN

TEPAT DOSIS

TEPAT WAKTU

TEPAT CARA


Kalau enam prinsip ini diterapkan dengan benar, penggunaan pestisida menjadi lebih efektif, efisien, aman bagi petani, dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.


Pestisida bukan untuk digunakan sebanyak-banyaknya.

Pestisida digunakan ketika diperlukan, dengan cara yang tepat dan sesuai aturan.

Posting Komentar