KUBIS NGENTANG (AKAR GADA)
AKAR GADA PADA KUBIS
Pernah menemukan tanaman kubis yang pertumbuhannya kerdil, mudah layu, dan ketika dicabut akarnya terlihat membengkak seperti gada? Hati-hati, itu bisa menjadi tanda penyakit akar gada.
Apa penyebabnya?
Akar gada pada kubis terutama disebabkan oleh organisme tanah Plasmodiophora brassicae. Patogen ini menyerang akar tanaman keluarga Brassicaceae, seperti kubis, brokoli, sawi, dan kembang kol.
Ketika menyerang, jaringan akar mengalami pembengkakan dan membentuk benjolan seperti gada. Akibatnya, kemampuan akar menyerap air dan unsur hara terganggu. Tanaman akhirnya menjadi kerdil, daun mudah layu terutama saat cuaca panas, dan produksi dapat menurun drastis.
Penyakit ini lebih mudah berkembang pada tanah yang terlalu masam, lembap atau memiliki drainase buruk, serta lahan yang ditanami tanaman keluarga kubis secara terus-menerus.
Ciri-ciri akar gada
- Tanaman tumbuh kerdil dan tidak berkembang normal.
- Daun terlihat layu pada siang hari.
- Pertumbuhan tanaman tidak seragam.
- Akar utama atau akar samping membengkak dan berbentuk seperti gada.
- Akar yang terserang parah dapat membusuk.
- Tanaman sulit menyerap air dan nutrisi.
Cara mengatasinya
1. Cabut tanaman yang terserang berat
Tanaman yang sudah menunjukkan pembengkakan akar parah sebaiknya segera dicabut bersama bagian tanah di sekitar akarnya. Jangan memasukkannya ke kompos yang akan digunakan kembali di lahan.
2. Perbaiki drainase
Hindari kondisi tanah terlalu becek. Buat bedengan yang cukup tinggi dan pastikan air dapat mengalir dengan baik.
3. Periksa dan perbaiki pH tanah
Akar gada cenderung lebih berkembang pada tanah masam. Lakukan pengukuran pH terlebih dahulu. Jika pH terlalu rendah, pengapuran dapat dilakukan berdasarkan hasil analisis tanah dan kebutuhan lahan.
4. Terapkan rotasi tanaman
Jangan terus-menerus menanam kubis atau tanaman Brassicaceae di lahan yang sama. Rotasi dengan tanaman dari keluarga berbeda dapat membantu menekan sumber inokulum di tanah.
5. Gunakan bibit sehat
Hindari membawa bibit atau media tanam dari lahan yang diketahui terinfeksi.
6. Jaga kebersihan alat dan tanah
Tanah yang menempel pada cangkul, sepatu, roda kendaraan, atau alat pertanian dapat membantu memindahkan patogen dari lahan yang terinfeksi ke lahan sehat.
Tips dan trik petani
🔎 Sebelum menanam, cek pH tanah. Jangan hanya mengandalkan perkiraan.
💧 Jangan biarkan bedengan tergenang, terutama setelah hujan atau penyiraman.
🌱 Jika satu petak sudah terserang parah, jangan langsung ditanami kubis kembali. Susun rotasi tanaman dengan baik.
⚠️ Jangan membuang akar tanaman sakit sembarangan di sekitar lahan, karena struktur patogen dapat bertahan di tanah dan menyebar kembali pada musim berikutnya.
Kesimpulan
Akar gada bukan sekadar masalah kekurangan pupuk. Penyakit ini berkaitan dengan patogen tanah, kondisi tanah, pH, kelembapan, dan pola budidaya. Karena itu, pengendalian paling efektif bukan hanya mengobati tanaman yang sudah sakit, tetapi mencegah penyebaran, memperbaiki kondisi tanah, melakukan rotasi tanaman, dan menggunakan bahan tanam yang sehat.
Ingat: semakin cepat dikenali, semakin besar peluang untuk menekan penyebaran akar gada di lahan.

Posting Komentar